Cara Update Proxmox VE 8 dengan Repository No-Subscription

Cara update Proxmox VE 8 dengan repository No-Subscription dan mengatasi error 401 Unauthorized secara aman.

Cara Update Proxmox VE 8 dengan Repository No-Subscription

Cara Update Proxmox VE 8 dengan Repository No-Subscription: Panduan Lengkap dan Aman

Proxmox VE merupakan salah satu platform virtualisasi yang banyak digunakan untuk menjalankan virtual machine (VM) dan container berbasis Linux. Selain menyediakan antarmuka web, Proxmox juga dapat dikelola sepenuhnya melalui terminal menggunakan sistem package manager APT.

Salah satu kendala yang cukup sering ditemui administrator Proxmox adalah kegagalan menjalankan apt update karena server masih menggunakan repository Proxmox Enterprise, sementara subscription yang dibutuhkan tidak tersedia atau sudah tidak aktif.

Artikel ini membahas cara mengatasi kondisi tersebut dan melakukan update Proxmox VE 8 menggunakan repository No-Subscription.

Catatan: Panduan ini berfokus pada Proxmox VE 8 berbasis Debian 12 (Bookworm). Sebelum melakukan perubahan repository pada server produksi, pastikan Anda memiliki backup dan akses console jika terjadi masalah jaringan setelah proses update.


Mengenal Repository Proxmox

Proxmox menyediakan beberapa jenis repository untuk distribusi paketnya. Dua konfigurasi yang umum ditemui adalah repository Enterprise dan No-Subscription.

Repository Enterprise

Repository Enterprise ditujukan untuk sistem dengan subscription Proxmox yang aktif.

Contohnya:

deb https://enterprise.proxmox.com/debian/pve bookworm pve-enterprise

Jika server tidak mempunyai subscription yang sesuai, ketika menjalankan:

apt update

bisa muncul:

401 Unauthorized

Error tersebut bukan berarti instalasi Proxmox rusak. APT hanya tidak mendapatkan akses ke repository yang membutuhkan autentikasi subscription.

Repository No-Subscription

Untuk server yang tidak menggunakan subscription Enterprise, Proxmox menyediakan repository No-Subscription:

deb http://download.proxmox.com/debian/pve bookworm pve-no-subscription

Repository ini dapat digunakan untuk mendapatkan pembaruan paket Proxmox tanpa subscription Enterprise.


1. Mengecek Versi Proxmox

Sebelum melakukan update, periksa versi Proxmox yang sedang digunakan.

Jalankan:

pveversion --verbose

Contoh hasil:

proxmox-ve: 8.2.0
pve-manager: 8.2.2
proxmox-kernel-6.8: 6.8.4-2

Informasi ini penting karena repository harus disesuaikan dengan versi basis Debian yang digunakan.

Untuk Proxmox VE 8, basis sistemnya adalah Debian 12 Bookworm.

Anda juga dapat memeriksa versi Debian dengan:

cat /etc/os-release

2. Mengecek Repository Debian

Periksa konfigurasi repository Debian:

cat /etc/apt/sources.list

Pada Proxmox VE 8 berbasis Debian Bookworm, konfigurasi dapat terlihat seperti:

deb http://ftp.debian.org/debian bookworm main contrib
deb http://ftp.debian.org/debian bookworm-updates main contrib
deb http://security.debian.org bookworm-security main contrib

Pastikan repository Debian sesuai dengan versi sistem yang digunakan.


3. Mengecek Repository Proxmox

Repository tambahan biasanya berada di:

/etc/apt/sources.list.d/

Periksa isinya:

ls -la /etc/apt/sources.list.d/

Kemudian periksa repository Proxmox:

cat /etc/apt/sources.list.d/pve-enterprise.list

Jika hasilnya seperti:

deb https://enterprise.proxmox.com/debian/pve bookworm pve-enterprise

berarti server masih menggunakan repository Enterprise.


4. Mengidentifikasi Error 401 Unauthorized

Untuk mengetahui apakah repository Enterprise dapat digunakan, jalankan:

apt update

Jika subscription tidak tersedia, kemungkinan akan muncul pesan seperti:

Err: https://enterprise.proxmox.com/debian/pve bookworm InRelease
401 Unauthorized

Hal yang sama dapat terjadi pada repository Ceph Enterprise.

Contohnya:

Err: https://enterprise.proxmox.com/debian/ceph-quincy bookworm InRelease
401 Unauthorized

Dalam kondisi tersebut, jangan mencoba menonaktifkan pemeriksaan keamanan APT.

Solusi yang lebih tepat adalah menggunakan repository yang memang sesuai dengan status subscription server.


5. Memeriksa Apakah Proxmox Menggunakan Ceph

Sebelum menonaktifkan repository Ceph, periksa storage Proxmox:

pvesm status

Contoh server yang hanya menggunakan storage lokal:

Name          Type       Status
local         dir        active
local-lvm     lvmthin    active

Jika tidak terdapat storage seperti:

ceph
rbd

server tersebut kemungkinan tidak menggunakan Ceph sebagai storage VM/container.

Anda juga dapat mencoba:

ceph -s

Jika server bukan bagian dari cluster Ceph, perintah tersebut dapat menghasilkan error konfigurasi cluster.

Jangan menghapus paket Ceph secara manual hanya karena repository Ceph tidak digunakan.


6. Menonaktifkan Repository Enterprise

Jika server tidak mempunyai subscription Enterprise, repository Enterprise dapat dinonaktifkan.

Daripada langsung menghapus file konfigurasi, lebih aman memindahkannya sehingga masih tersedia sebagai backup.

Jalankan:

mv /etc/apt/sources.list.d/pve-enterprise.list \
/etc/apt/sources.list.d/pve-enterprise.list.disabled

Jika terdapat repository Ceph Enterprise yang tidak digunakan:

mv /etc/apt/sources.list.d/ceph.list \
/etc/apt/sources.list.d/ceph.list.disabled

Cara ini lebih aman dibanding menghapus file karena konfigurasi lama masih dapat dikembalikan jika diperlukan.


7. Menambahkan Repository PVE No-Subscription

Buat file repository baru:

nano /etc/apt/sources.list.d/pve-no-subscription.list

Masukkan:

deb http://download.proxmox.com/debian/pve bookworm pve-no-subscription

Simpan file tersebut.

Alternatif menggunakan terminal:

cat > /etc/apt/sources.list.d/pve-no-subscription.list <<'EOF'
deb http://download.proxmox.com/debian/pve bookworm pve-no-subscription
EOF

Kemudian periksa:

cat /etc/apt/sources.list.d/pve-no-subscription.list

Pastikan hasilnya sesuai.


8. Menjalankan apt update

Sekarang lakukan:

apt update

Jika repository sudah benar, output tidak lagi menunjukkan:

401 Unauthorized

Contoh hasil yang normal:

Hit:1 http://security.debian.org bookworm-security InRelease
Hit:2 http://ftp.debian.org/debian bookworm InRelease
Hit:3 http://ftp.debian.org/debian bookworm-updates InRelease
Get:4 http://download.proxmox.com/debian/pve bookworm InRelease
Get:5 http://download.proxmox.com/debian/pve bookworm/pve-no-subscription amd64 Packages
Reading package lists... Done

Jumlah paket yang tersedia untuk update dapat berbeda-beda tergantung kapan repository diperiksa.


9. Melihat Paket yang Akan Di-update

Sebelum melakukan upgrade, sebaiknya lihat terlebih dahulu daftar paket:

apt list --upgradable

Perintah ini membantu administrator mengetahui komponen apa saja yang akan diperbarui.

Pada Proxmox, beberapa paket penting yang mungkin muncul antara lain:

pve-manager
proxmox-ve
pve-qemu-kvm
qemu-server
pve-container
pve-firewall
proxmox-kernel
pve-kernel

Selain paket Proxmox, paket Debian dan dependency lainnya juga dapat diperbarui.


10. Melakukan Upgrade Proxmox

Jika hasil pemeriksaan repository sudah normal dan administrator siap melakukan update, gunakan:

apt dist-upgrade

APT akan menampilkan daftar paket yang akan dipasang, diperbarui, atau dihapus.

Perhatikan bagian seperti:

The following packages will be upgraded:

dan:

The following packages will be REMOVED:

Jika terdapat penghapusan paket yang tidak dipahami atau terlihat berisiko terhadap konfigurasi jaringan, jangan langsung menyetujui proses tersebut.

Untuk update rutin Proxmox, hindari menggunakan opsi seperti:

apt -y dist-upgrade

sebelum memahami perubahan yang akan dilakukan.

Lebih baik administrator melihat daftar perubahan terlebih dahulu.


11. Memperhatikan Update Kernel

Update Proxmox dapat mencakup kernel.

Misalnya sebelumnya server menjalankan:

6.8.4-2-pve

Setelah update mungkin tersedia kernel PVE yang lebih baru.

Kernel baru biasanya belum digunakan sampai server melakukan reboot.

Untuk melihat kernel aktif:

uname -r

Setelah update, daftar kernel yang terpasang dapat diperiksa dengan:

dpkg -l | grep pve-kernel

atau:

dpkg -l | grep proxmox-kernel

12. Reboot Setelah Update

Jika kernel atau komponen penting Proxmox diperbarui, reboot dapat dilakukan setelah memastikan seluruh VM/container berada dalam kondisi yang aman.

Gunakan:

reboot

Pastikan administrator mempunyai akses console atau akses fisik/remote management jika server berada di lokasi yang tidak mudah dijangkau.

Setelah server kembali online, login kembali melalui SSH atau console.


13. Memeriksa Versi Setelah Reboot

Periksa kernel:

uname -r

Kemudian:

pveversion --verbose

Periksa juga status node:

pvenode status

Dan storage:

pvesm status

Pastikan storage tetap berstatus:

active

14. Memastikan VM dan Container Berjalan

Setelah update, periksa VM:

qm list

Untuk container:

pct list

Perhatikan status masing-masing guest.

Contohnya:

VMID  NAME        STATUS
100   web-server  running
101   database    running

Jika menggunakan VM dan container produksi, pemeriksaan ini penting setelah reboot.


15. Memeriksa Kondisi Cluster

Jika Proxmox digunakan dalam cluster, jangan hanya melakukan update berdasarkan kondisi satu node.

Periksa:

pvecm status

dan:

pvecm nodes

Untuk server standalone, perintah cluster tidak menjadi bagian utama dari pemeriksaan.


16. Masalah Umum Saat Update Proxmox

Error 401 Unauthorized

Contoh:

401 Unauthorized

Penyebab paling umum adalah repository Enterprise digunakan tanpa subscription yang sesuai.

Periksa:

grep -Rni proxmox /etc/apt/sources.list /etc/apt/sources.list.d/

Pastikan repository yang tidak dapat diakses tidak lagi aktif.


Repository Ceph Menghasilkan Error

Jika muncul:

enterprise.proxmox.com/debian/ceph-...
401 Unauthorized

periksa apakah server memang menggunakan Ceph.

pvesm status

Jika tidak menggunakan Ceph, repository Ceph yang tidak diperlukan dapat dinonaktifkan.

Namun jangan menghapus konfigurasi atau storage Ceph secara sembarangan pada server yang memang merupakan bagian dari cluster Ceph.


Tidak Ada Ruang Disk

Sebelum update besar, periksa ruang penyimpanan:

df -h

Periksa juga penggunaan LVM:

lvs

Untuk melihat kondisi root filesystem:

df -h /

Ruang disk yang terlalu rendah dapat menyebabkan proses update gagal.


17. Backup Sebelum Update

Update sistem sebaiknya dilakukan setelah tersedia backup yang dapat dipulihkan.

Untuk VM, administrator dapat menggunakan mekanisme backup Proxmox.

Periksa konfigurasi backup:

cat /etc/vzdump.conf

Storage backup dapat diperiksa dengan:

pvesm status

Untuk server produksi, jangan menganggap update paket sebagai pengganti backup.

Backup dan update adalah dua proses yang berbeda.


18. Jangan Langsung Upgrade Mayor

Hal yang perlu dibedakan adalah:

Update minor/package

apt update
apt dist-upgrade

dengan:

Upgrade mayor

misalnya berpindah dari Proxmox VE 8 ke Proxmox VE 9.

Upgrade mayor memiliki prosedur dan pemeriksaan compatibility tersendiri.

Jangan mengubah repository Bookworm menjadi repository Debian generasi berikutnya hanya dengan mengganti nama distribusinya.

Untuk upgrade mayor, ikuti prosedur upgrade resmi dan lakukan pemeriksaan compatibility terlebih dahulu.


19. Urutan Aman Update Proxmox VE 8

Secara sederhana, alurnya dapat dibuat seperti berikut:

Cek versi Proxmox
        ↓
Cek versi Debian
        ↓
Cek repository
        ↓
Cek storage
        ↓
Pastikan backup tersedia
        ↓
Nonaktifkan repository Enterprise jika tidak berlangganan
        ↓
Aktifkan repository No-Subscription
        ↓
apt update
        ↓
apt list --upgradable
        ↓
apt dist-upgrade
        ↓
Cek kernel
        ↓
Reboot jika diperlukan
        ↓
Cek pveversion
        ↓
Cek storage
        ↓
Cek VM / Container

Urutan tersebut membantu mengurangi risiko melakukan perubahan besar tanpa mengetahui kondisi awal server.


20. Command Checklist

Berikut kumpulan command yang dapat digunakan sebagai checklist administrator.

Cek versi

pveversion --verbose

Cek Debian

cat /etc/os-release

Cek repository

ls -la /etc/apt/sources.list.d/

Cek storage

pvesm status

Cek disk

df -h

Update repository

apt update

Lihat paket yang tersedia

apt list --upgradable

Upgrade

apt dist-upgrade

Cek kernel

uname -r

Cek versi setelah update

pveversion --verbose

Cek VM

qm list

Cek container

pct list

Kesimpulan

Repository merupakan bagian penting dalam pengelolaan Proxmox VE karena seluruh proses pembaruan paket bergantung pada sumber repository yang digunakan.

Jika server Proxmox menggunakan repository Enterprise tetapi tidak mempunyai subscription yang aktif, perintah apt update dapat menghasilkan error 401 Unauthorized. Kondisi tersebut tidak selalu menunjukkan kerusakan pada Proxmox, tetapi menunjukkan bahwa APT tidak mendapatkan akses ke repository Enterprise.

Untuk server yang memang tidak menggunakan subscription Enterprise, administrator dapat menggunakan repository No-Subscription yang sesuai dengan versi Proxmox dan Debian.

Namun, perubahan repository sebaiknya dilakukan dengan hati-hati. Sebelum melakukan upgrade, periksa versi Proxmox, storage, ruang disk, konfigurasi repository, serta pastikan backup tersedia.

Yang paling penting, update paket biasa jangan disamakan dengan upgrade mayor Proxmox. Upgrade mayor membutuhkan proses pemeriksaan dan persiapan yang lebih lengkap.

Dengan melakukan pengecekan secara bertahap, administrator dapat mengurangi risiko downtime dan memastikan sistem virtualisasi tetap berjalan dengan baik setelah proses pembaruan.