Belajar BGP MikroTik

Tutorial dasar BGP.

Belajar BGP MikroTik

Belajar BGP MikroTik dari Dasar Hingga Siap Digunakan pada Jaringan ISP

Apa Itu BGP?

Border Gateway Protocol (BGP) merupakan protokol routing yang digunakan untuk menghubungkan jaringan berskala besar, terutama antar Autonomous System (AS). Internet yang kita gunakan setiap hari terdiri dari ribuan jaringan berbeda yang saling bertukar informasi melalui BGP.

Pada perangkat MikroTik, BGP banyak digunakan oleh:

  • Internet Service Provider (ISP)
  • Data Center
  • Internet Exchange (IIX)
  • Perusahaan dengan lebih dari satu koneksi internet
  • Organisasi yang memiliki ASN (Autonomous System Number)

Jika OSPF digunakan untuk routing di dalam jaringan internal, maka BGP digunakan untuk menentukan jalur terbaik menuju jaringan di luar organisasi.


 

Mengapa Harus Belajar BGP?

Bagi seorang Network Engineer, memahami BGP merupakan salah satu keterampilan penting. Hampir seluruh ISP besar maupun menengah menggunakan BGP sebagai protokol utama untuk pertukaran rute.

Beberapa manfaat mempelajari BGP antara lain:

  • Mengelola banyak jalur internet sekaligus.
  • Melakukan load sharing dan failover.
  • Mengontrol arah keluar masuk trafik.
  • Melakukan peering ke Internet Exchange.
  • Terhubung langsung dengan CDN seperti Google, Meta, Cloudflare, Akamai, Netflix, dan lainnya.

 

Pengertian Autonomous System (AS)

Autonomous System atau AS adalah sekumpulan jaringan yang berada di bawah satu kebijakan administrasi.

Setiap AS memiliki nomor unik yang disebut ASN (Autonomous System Number).

Contoh:

  • AS32934 → Meta
  • AS15169 → Google
  • AS13335 → Cloudflare
  • AS20940 → Akamai

Ketika dua jaringan melakukan peering menggunakan BGP, masing-masing akan saling menginformasikan ASN yang dimiliki.


 

Jenis BGP

Secara umum terdapat dua jenis BGP.

1. eBGP (External BGP)

Digunakan apabila koneksi terjadi antar ASN yang berbeda.

Contoh:

ISP A (AS65001)

ISP B (AS65002)

Karena ASN berbeda, maka koneksi tersebut menggunakan eBGP.


 

2. iBGP (Internal BGP)

Digunakan apabila router masih berada dalam ASN yang sama.

Contoh:

Router Core

Router Distribution

Router Edge

Seluruh router menggunakan ASN yang sama sehingga koneksi dilakukan melalui iBGP.


 

Cara Kerja BGP

Secara sederhana proses BGP terdiri dari beberapa tahap.

  1. Router melakukan koneksi TCP pada port 179.
  2. Kedua router saling bertukar informasi ASN.
  3. Router bertukar daftar prefix jaringan.
  4. Router memilih jalur terbaik.
  5. Routing table diperbarui.
  6. Trafik mulai melewati jalur yang dipilih.

BGP tidak menghitung jarak seperti RIP ataupun cost seperti OSPF, melainkan menggunakan berbagai atribut untuk menentukan jalur terbaik.


 

Atribut Penting pada BGP

AS Path

AS Path menunjukkan daftar ASN yang telah dilewati oleh sebuah prefix.

Semakin pendek AS Path, biasanya semakin disukai.

Contoh:

AS32934

lebih baik dibanding

AS64500 → AS15169 → AS32934


 

Local Preference

Digunakan untuk menentukan jalur keluar (Outbound Traffic).

Nilai Local Preference yang lebih besar akan dipilih terlebih dahulu.

Contoh:

Jalur A = Local Pref 200

Jalur B = Local Pref 100

Router akan memilih Jalur A.


 

MED (Multi Exit Discriminator)

MED digunakan untuk memberikan preferensi jalur masuk kepada ASN tetangga.

Semakin kecil nilainya, semakin disukai.


 

Next Hop

Menentukan alamat IP tujuan berikutnya yang akan dilewati paket.

Jika Next Hop tidak dapat dijangkau, maka prefix tidak akan digunakan.


 

Community

Community merupakan label yang diberikan pada prefix.

Label ini memudahkan administrator melakukan filtering atau memberikan perlakuan khusus terhadap trafik.

Contohnya:

  • Mengarahkan trafik ke CDN tertentu.
  • Mengatur Local Preference.
  • Mengelompokkan prefix berdasarkan layanan.

 

Persiapan Sebelum Konfigurasi BGP MikroTik

Sebelum mulai melakukan konfigurasi, pastikan Anda telah memiliki:

  • Router MikroTik.
  • IP Address yang dapat saling terhubung.
  • ASN lokal.
  • ASN milik peer.
  • IP Neighbor BGP.
  • Prefix yang akan diumumkan.

Contoh Topologi

ISP A (AS65001)

Ethernet

ISP B (AS65002)

Masing-masing router memiliki koneksi Layer 3 dan dapat saling melakukan ping.


Langkah Konfigurasi BGP pada MikroTik

Sebagai gambaran umum, konfigurasi BGP dilakukan dengan tahapan berikut.

  1. Menentukan Router ID.
  2. Membuat template atau instance BGP.
  3. Menambahkan koneksi ke neighbor.
  4. Mengiklankan prefix.
  5. Memastikan status koneksi sudah Established.
  6. Memeriksa prefix yang diterima dan dikirim.

Urutan ini merupakan praktik umum yang memudahkan proses implementasi dan troubleshooting.


 

Cara Memastikan BGP Sudah Berjalan

Setelah konfigurasi selesai, lakukan beberapa pemeriksaan berikut.

  • Status neighbor harus "Established".
  • Prefix sudah muncul pada routing table.
  • Dapat melakukan ping menuju jaringan tujuan.
  • Trafik melewati jalur yang diharapkan.
  • Tidak terdapat pesan kesalahan pada log router.

Apabila status masih "Idle" atau "Active", biasanya terdapat masalah pada konektivitas IP, ASN, autentikasi (jika digunakan), atau konfigurasi firewall.


Troubleshooting Dasar

Berikut beberapa penyebab koneksi BGP gagal.

ASN Salah

Pastikan ASN lokal dan ASN tetangga sesuai.

IP Neighbor Salah

Periksa kembali alamat IP yang digunakan.

Firewall Memblokir TCP 179

BGP menggunakan TCP port 179. Pastikan jalur komunikasi tidak diblokir.

Prefix Tidak Diiklankan

Periksa daftar jaringan yang akan diumumkan.

Next Hop Tidak Dapat Dijangkau

Pastikan terdapat rute menuju alamat Next Hop.


 

Tips Belajar BGP untuk Pemula

Agar proses belajar lebih mudah, lakukan secara bertahap.

  1. Kuasai konsep routing statis.
  2. Pelajari OSPF sebagai dasar routing dinamis.
  3. Memahami konsep Autonomous System.
  4. Mempelajari atribut BGP.
  5. Berlatih menggunakan RouterOS CHR di lingkungan virtual.
  6. Simulasikan dua hingga empat router sebelum mencoba jaringan produksi.

Dengan pendekatan bertahap, konsep BGP akan lebih mudah dipahami.


 

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula

Beberapa kesalahan yang sering ditemui antara lain:

  • Salah memasukkan ASN.
  • Salah menentukan Router ID.
  • Tidak mengiklankan prefix.
  • Mengabaikan filter routing.
  • Tidak memeriksa log saat terjadi kegagalan.
  • Tidak memahami perbedaan iBGP dan eBGP.

Menghindari kesalahan-kesalahan tersebut akan mempercepat proses belajar sekaligus mengurangi risiko gangguan pada jaringan.


 

Kesimpulan

BGP merupakan protokol routing utama yang menjadi fondasi komunikasi antar jaringan di Internet. Penguasaan BGP sangat penting bagi administrator jaringan, khususnya yang bekerja di lingkungan ISP, data center, atau perusahaan dengan kebutuhan konektivitas tingkat lanjut.

Bagi pengguna MikroTik, memahami konsep seperti ASN, eBGP, iBGP, AS Path, Local Preference, MED, Next Hop, dan Community akan sangat membantu dalam membangun jaringan yang stabil, efisien, dan mudah dikelola. Mulailah dari simulasi sederhana, lakukan pengujian secara bertahap, lalu tingkatkan kompleksitas konfigurasi seiring bertambahnya pengalaman.

Belajar BGP membutuhkan waktu dan latihan, tetapi kemampuan ini akan menjadi salah satu kompetensi yang paling bernilai dalam dunia jaringan komputer modern.